Recents in Beach


Lalu Ishak, Mantri Tertua di Lombok Tengah Tutup Usia




Pensiun bukan berarti berhenti mengabdi. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Lalu Ishak, mantri tertua yang mengabdikan diri selama 50 tahun di Kabupaten Lombok Tengah. 

Lalu Ishak mengembuskan napas terakhirnya pada usia senja, 80 tahun. Sebelum wafat, Lalu Ishak sempat dirawat di RSUD Praya, Kabupaten Lombok Tengah selama 6 hari sejak 14 hingga 20 Juni 2019.

Lalu Ishak saat dijenguk oleh mertua dan didampingi anaknya, Lalu Hilman Afriandi
Sekitar tiga tahun sebelum wafat, Lalu Ishak sempat mengalami strok. Namun, Beberapa kali Lalu Ishak terserang strok, berkali-kali pula ia masih diberikan kesempatan Yang Maha Kuasa untuk pulih dan bangkit. 

Lulusan Sekolah Keperawatan Surabaya ini tak mau meyiakan masa hidupnya untuk berdiam diri di rumah. Sebelum dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan koma, Lalu Ishak dikabarkan masih sempat menerima pasien yang datang ke rumahnya di Dusun Mungkik, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. 

Sejak 1970 hingga 1979 Lalu Ishak mengawali karirnya sebagai perawat di bagian Pemberantasan Penyakit di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Setelah sembilan tahun berkarir di RS. Dinkes tersebut, Lalu Ishak kemudian meneruskan profesinya sebagai perawat hingga pensiun ke Puskesmas Kecamatan Praya, Lombok Tengah.

Lulusan SMA 1 Mataram tersebut tak mau menua begitu saja. Atas seizin isteri tercinta, Lalu Ishak memutuskan untuk mengabdikan dirinya sebagai mantri di tempat tinggalnya, Dusun Mungkik. Terbatasnya jumlah perawat kala itu membuat hatinya tergerak untuk membantu sesama.

Ruang praktik Lalu Ishak setelah pensiun sejak 1999-2019
Lalu Ishak meninggalkan seorang isteri bernama Rasmiati serta tiga orang anak, Lalu Zainul Mujtahid, Lalu Hilman Afriandi, dan Baiq Risma Sulistiana. Selamat Jalan Lalu Ishak. Pengabdianmu selama setengah abad menjadi mantri di Lombok Tengah tentu memberikan arti tersendiri bagi siapapun yang kau tinggalkan. 

Semoga segala jasa dan pengabdianmu menginspirasi para perawat lainnya untuk turut mengabdi hingga akhir waktu, baik di kota maupun di pelosok desa. 



Posting Komentar

1 Komentar

  1. Selamat jalan pak mantri, semoga amal ibadahnya di terima oleh allah SWT

    BalasHapus