Bantu Kurangi Pemanasan Global Influencer Dita Faisal dan Endik Koeswoyo Gandeng Perhutani bersama PSHT Menanam di Pantai Serang Blitar.


Pemanasan global menjadi masalah dunia yang tidak terhindarkan saat ini. Meningkatnya CO2 akibat dari asap kendaraan bermotor dan penggunaan energi berlebih menjadi salah salah satu faktor penyebab pemanasan global. Tak heran, perubahan cuaca yang ekstrem bisa dirasakan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. 

Bahaya dari pemanasan global bukan lagi sekedar isu. Meningkatnya suhu bumi, iklim yang tidak stabil, dan meningginya permukaan air laut menjadi pertanda bahwa pemanasan global adalah nyata di depan mata.

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global, salah satunya dengan menanami pohon di lahan yang gundul seperti yang dilakukan oleh Perhutani bersama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) rayon Panggungrejo pada 20 November 2021. 

Kegiatan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang telah ditebang dilangsungkan untuk menjadikan kawasan wisata Pantai Serang Blitar sebagai kawasan Hutan Lindung Percontohan.

Gerakan menanam 300 bibit pohon yang dibagikan secara gratis oleh pihak Perhutani berlangsung atas inisiatif Dita Faisal dan Endik Koeswoyo yang dikenal sebagai influencer peduli lingkungan. Cita-cita sepasang suami istri untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai keseimbangan alam ternyata sudah dilakukan sejak 2018 lalu. 

“Kami sengaja mengajak adik-adik generasi Z untuk ikut menanam, karena kami ingin mereka sadar betapa pentingnya hutan dan tanaman untuk masa depan mereka nanti. Sekarang itu saatnya kolaborasi. Itulah kenapa saya bersama istri yang warga baru mengajak kolaborasi dengan komunitas dan organisasi. Dulu 2018 kita menanam sendiri. Ini tentu berat bagi kami. Jadi dengan menggandeng komunitas maka akan muncul rasa peduli bersama mulai dari nanamnya sampai menjaganya bersama,” ucap Endik Koeswoyo yang berprofesi sebagai penulis skenario tv nasional. 
PSHT rayon Panggungrejo saat persiapan menurunkan bibit di Pantai Serang (20/11)
Kepala BKPH Perhutani Lodoyo Timur Kabupaten Blitar, Tukani mendukung penuh masyarkat yang melakukan penanaman dan pemeliharaan berkelanjutan pada program Kawasan Hutan Lindung Percontohan di Pantai Serang, Kabupaten Blitar.

“Harus ada pemeliharaan, kita siangi, kita rawat dan lain-lain, yang paling penting adalah pemeliharaan. Perawatan yang paling penting, perawatan yang paling mahal, pohon juga mahal. Perawatan ini tidak bisa sendiri, contohnya 5.761 hektar hanya 24 orang (petugas). Merawat sekian tidak mampu. Makanya butuh masyarakat, stake holder yang lain, organisasi yang lain, karena ini nanti bukan saya yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat di sekitar sini yang akan menikmati, terutama oksigennya. Inilah yang kita harapkan. Mari kita sampaikan untuk saling menjaga, apalagi anak-anak yang muda-muda seperti ini sangat bagus sekali, harus kita beri pengertian dan semangat.”

Sementara itu Polisi Hutan RPH Serang Blitar, Sutrisno mengatakan dari 300-an bibit yang dibagikan secara gratis oleh Perhutani wilayah Lodoyo Timur, ada enam jenis bibit tanaman yang diberikan kepada masyarakat, yaitu alpukat, sirsak, trembesi, jabon, dan ketapang.

Sutrisno juga berpesan kepada warga untuk lebih semangat lagi dalam melakukan penanaman.

"Untuk kedepannya lebih bersemangat lagi dengan adanya reboisasi penanaman hutan demi kelestarian di kawasan wisata," tegasnya. (IR)
Impron Rosadi
Impron Rosadi Hai, aku pemuda dari Desa Wisata Serang Blitar. Aku anak ketiga dari tiga bersaudara yang punya hobi olahraga. Sekarang aku lagi gencar mempromosikan wisata di desa aku tinggal. Selain itu, mengedukasi petani kopi Desa Serang Blitar menjadi target aku selanjutnya. Salam kenal dari aku ya.

Posting Komentar untuk "Bantu Kurangi Pemanasan Global Influencer Dita Faisal dan Endik Koeswoyo Gandeng Perhutani bersama PSHT Menanam di Pantai Serang Blitar."